Laman

Selasa, 28 Mei 2013

UJIAN DAN COBAAN

A. Bentuk Ujian Dari Allah



155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"

Firman Allah dalam Q.S. Al Mulk ayat 1-2 yang artinya:
Maha Suci Allah, yang di tangan Nya lah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang Menjadikan mati dan hidup supaya Dia manguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Sebagaimana terungkap dengan jelas pada ayat tersebut bahwa sesungguhnya Dialah Allah, Rabb Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi). Segala pujian hanya teruntuk Allah, Rabb semesta alam. Segala sesuatu yang teralurkan di dalam diri maupun di luar diri kita adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah yang tak terhinggakan dengan atas kehendakNya.
Dialah Allah yang mencurahkan kehidupan dan kematian kepada apapun yang di kehendakiNya. Kehidupan dan kematian dalam ayat tersebut memiliki makna yang luas dan bukan semata-mata kehidupan ataupun kematian yang terpahami oleh sebagian besar umat manusia saat ini. Kehidupan dan kematian dalam ayat tersebut meliputi segala bentuk dimensi kehendak Allah yang mengalir di dalam diri dan di luar diri, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Termasuk di antaranya gerak peristiwa dalam hati, pikir maupun tubuh manusia baik yang nyata maupun yang tersembunyi dengan atas kehendakNya.
Dialah Allah yang mencurahkan gerak kehidupan dan penghidupan dalam tubuh kita melalui segenap perangkat biologis sebagaimana yang kita ketahui saat ini. Dan Dia pulalah yang mematikan segenap gerak penghidupan dalam diri ketika ruh atau nyawa kita dipanggil kembali kepada Allah dengan atas kehendakNya. Ruh tersebut merupakan bagian dari dimensi cahaya Allah yang tercurahkan kepada diri tiap manusia sebagai bukti nyata atas ke-MahaBercahaya-an Allah yang tak terhinggakan.
Allah pulalah yang mencurahkan ego serta hasrat diri pada tiap manusia sebagai suatu bentuk ujian yang Dia terapkan kepada siapapun yang dikehendakiNya. Ego dan hasrat diri merupakan cerminan cahaya gelap yang senantiasa menjerumuskan manusia pada jurang kenistaan dan kehinaan dunia maupun akhirat. Meski demikian, sesungguhnya ego dan hasrat diri sengaja Allah ciptakan sebagai suatu bentuk ujian bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini dengan atas kehendakNya. Ruh sebagai cerminan cahaya suci Allah dan ego hasrat diri sebagai cerminan cahaya gelap Allah merupakan dua dimensi kehendak Allah yang sengaja Dia tetapkan bagi segenap manusia di bumiNya.
Tertundukkannya ego dan hasrat diri kepada cahaya suci Allah itulah yang sesungguhnya akan membuat jiwa kita senantiasa hidup dalam kebahagiaan sejati, baik ketika di dunia bahkan kelak di akhirat dengan atas kehendak Allah. Jiwa yang terbelenggu oleh ego dan hasrat diri (dalam arti yang seluas-luasnya) adalah jiwa yang tercerabut dari akar kehidupan azali yang termurnikan. Jiwa itulah yang pasti akan mendapat kesengsaraan dunia maupun akhirat dengan atas kehendakNya.
Dialah Allah yang menjadikan segala sesuatu di bumi maupun di langit sebagai tanda-tanda kebesaranNya yang tak terhinggakan, karena hanya Dialah Rabb Yang Maha Bercahaya lagi Maha Tak Terhinggakan.

QS. Al-Anbiya/21 : 35

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan

1. Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)

2. Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Bukhari)
3. Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi Saw menjawab, "Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Bukhari)

4. Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR. Bukhari)
5. Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Ath-Thabrani)

6. Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi)
7. Apabila Aku menguji hambaKu dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar maka Aku ganti kedua matanya dengan surga. (HR. Ahmad)
8. Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari)
9. Seorang mukmin meskipun dia masuk ke dalam lobang biawak, Allah akan menentukan baginya orang yang mengganggunya. (HR. Al Bazzaar)

10. Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, "Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
11. Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah. (HR. Bukhari)
Penjelasan:
Dilakukan pada saat kematian anggota keluarga pada jaman jahiliyah.

12. Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Ath-Thabrani)

13. Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian. (HR. Abu Ya'la)

14. Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia tidak ridho dengan pemberianNya maka Allah tidak akan memberinya berkah. (HR. Ahmad)

15. Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)
16. Bencana yang paling payah ialah bila kamu membutuhkan apa yang ada di tangan orang lain dan kamu ditolak (pemberiannya). (HR. Ad-Dailami)

17. Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)

B . Hikmah Dibalik Ujian Dan Cobaan

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui

Dibalik ujian dan cobaan baik itu kemiskinan, hutang, kehilangan dan yang lainnya tersimban hikmah yang besar. Hikmah itu hanya didapatkan oleh orang yang menyadari tujuan dari ujian..
Hikmah besar, rahasia besar akan dirasakan saat kita menerima ujian kemudian tetap menyetel frekuensi otak dan rasa kepada kesabaran dan keikhlasan.


Ass Ust. Saya Bu Yt beban saya banyak ust. Saya baru ditipu sama tetangga 10jt, skrg hutang saya banyak dan sebentar lagi melahirkan anak, mhn solusinya.. 081217428030

Ass. Saya mau bertanya. Amalan apa yang harus saya baca agar dapat membayar hutang dalam waktu 4 hr. Saya kepepet harus bayar. 083807124363

Ass. Pak saya baru baca sukses 40 hari.. Apakah saya karyawan bisa sukses? Karena ingin punya rumah istri saya sampai jadi TKI. 085863135686

Yth.. Saya pedagang sayuran penghasilan pas-pasan kadang malah tombok. Penghasilan malah buat bayar hutang sedang untuk belanja kembali bingung. Mhn bantuannya. 081903470194

Ust, Saya orang hina dan miskin. Apa zikir selesai shalat supaya bisa kaya dunia akherat? saya sering dibenci karena miskin.. Dimanapun bekerja selalu saja ada orang yang menjatuhkan saya. Pingin usaha sendiri tidak punya modahl. Tlg saya Pak? 082388015678

Sebelum anda menemukan rahasia besarnya saya mengajak pembaca untuk mendoakan saudara kita diatas dan siapapun yang sedang menerima ujian_Nya semoga tetaplah dalam kesabaran sehingga pertolongan_Nya segera datang. Katakan Amin

“Berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang pada waktu ditimpa musibah, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nyalah kami akan kembali. Mereka itulah yang mendapat keberkatan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh petunjuk.”
(Al-Baqarah: 156-157) 

Hikmah dibalik Musibah/ujian

Sebelum membaca hikmah dibalik cobaan saya mohon pembaca membuka hati untuk menerima penjelasan saya. Tanpa kesadaran untuk itu maka penjelasan dibawah tidak akan membawa manfaat untuk anda.
Inilah hikmah besar didalam cobaan berupa hutang, kemiskinan, kekurangan dan lain-lain

1. Supaya kita dekat dengan Allah swt
Bukankah ketika anda mendapat ujian Nama Allah lah yang sering anda sebut? Bukankah itu semua merupakan bentuk kasih sayang_Nya?? Orang yang lari dari ujian dan cobaan berarti dia lari dari kasih sayang Tuhan. Orang yang sedang menerima ujian dan cobaan supaya dia tetap bertahan dan ber Tuhan. Maka anda layak menangis bahagia karena anda adalah salah satu dari milyaran hamba_Nya yang dipilih untuk mendapatkan kasih sayang_Nya. Anda layak tersungkur seraya bersujud karena Dia memberikan perhatian yang luar biasa kepada anda. Selamat anda adalah kandidat dari Tuhan karena tidak semua orang mendapatkannya.

2. Supaya diberikannya sifat-sifat fitrah terpuji yang mampu mengantarkannya ke Surga_Nya 
Apa sifat-sifat fitrah terpuji itu?? Yakni sabar, tawakal, syukur, ikhlas, yakin dan lain sebagainya. Bukankah ujian merupakan cara untuk meraih energi sejati tersebut?. Bukankah rasa itu adalah salah satu tiket ke Surga?? Bukankah shalat, puasa dan ibadah lainnya pada hakikatnya untuk melatih keyakinan (iman), rasa tawakal kepada Tuhan dan rasa penghambaan kepada_Nya??

Barangkali ibadah anda tidak mempunyai efek bagi terbangkitnya rasa penghambaan kepada Tuhan. Bisa karena tidak memahami bacaan shalat umpamanya, atau shalat yang sering bolong dan tidak tepat waktu. Makanya Allah swt mengirimkan sebuah ujian kepada anda sebagai pengganti rasa penghambaan kepada_Nya. Lihat bagaimana Dia begitu sayang kepada anda. Makanya anda layak untuk tersungkur dan memuji_Nya. Wallahu A'lam

Ujian dan cobaan sebenarnya untuk melatih rasa butuh akan Tuhan. Setelah mengetahui hakekat itu kemudian anda tetap bersyukur dan sabar tiada batas akan ujian tersebut karena memang itulah tujuannya. Selanjutnya yakin akan pertolongan_Nya ketika kita sudah secara benar menerapkan rasa sabar dan tawakal kepada_Nya. Dan pada akhirnya anda layak mendapatkan titel sebagai hamba yang sabar dan selalu bersyukur akan berkah hidup anda.. Bukan titel dari manusia namun titel dari langit

3. Supaya dimuliakan_Nya dengan tambahan rezeki_Nya
Saat ujian menerpa hidup maka apa yang anda latih dan pikirkan??? Yang anda latih adalah rasa seperti diatas. Yang anda pikirkan dan fokuskan adalah pertolongan_Nya. Jika anda mendapat ujian berupa kekurangan harta maka yang anda fokuskan adalah bagaimana caranya supaya anda mendapatkan rezeki lebih. Yang anda fokuskan adalah uang. Apapun yang anda fokuskan akan tumbuh. Semua ahli sepakat untuk hal ini. Jika anda fokus untuk merubah rezeki maka percayalah doa anda sedang berproses menuju realitas fisik. Ketika ujian berupa kekurangan harta menerpa maka saat itulah waktu yang paling tepat untuk fokus kepada kelancaran rezeki. Energi rezeki yang anda pancarkan akan luar biasa hebat. Otomatis...
Makanya itu inilah keajaiban/hikmah besar yang perlu anda renungkan. Sabar dan tawakal serta selalu bersyukur atas berkah hidup dan segala macam ujiannya kemudian selalu berdoa kepada_Nya agar ujian itu segera berakhir. Inilah rumus kemuliaan, rumus kekayaan yang sejati. Sabar + Sukur + Doa = Kemuliaan + kekayaan.
Jika anda sabar maka akan ditolong
Jika anda sukur maka akan ditambah
Jika anda tawakal maka akan diberikan jalan keluar dan rezeki tak terduga
Jika anda yakin maka anda mendapatkannya
Jika anda berdoa maka anda akan diberikan_Nya

Inilah rumus yang tidak perlu anda hapalkan namun anda terapkan dengan sebenarnya.  

4. Supaya menjadi wakil_Nya sebagai khalifah dimuka bumi
Setelah itu apa?? Tujuan besarnya supaya ke depan anda layak untuk menjadi khalifah dimuka bumi. Menjadi pemakmur bumi dan isinya. Menjadi hamba yang bermanfaat buat sesama. Andalah orang yang mulia mentalnya berwatak sabar, syukur, pasrah, yakin, tawakal dan selalu berhamba kepada Allah swt
Andalah orang yang kaya harta dan kaya hati. Andalah yang layak untuk membantu sesama yang kekurangan, membantu orang yang terzalimi. Karena apa?? karena anda sudah lulus sekolah Tuhan. Karena anda sudah menjadi fitrah manusia yakni manusia dari surga yang diturunkan ke bumi untuk menjadi khalifah bagi kemanfaatan mahluk_Nya. Menjadi Rahmatan Lil Aalamiin...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar